Dalam pembelajaran di kelas, guru berhadapan dengan
sejumlah peserta didik yang semuanya ingin diperhatikan. Peserta didik akan
berkembang secara optimal melalui perhatian guru yang positif, sebaliknya
perhatian yang negatif akan menghambat perkembangan peserta didik. Mereka
senang jika mendapat pujian dari guru, dan merasa kecewa jika kurang
diperhatikan atau diabaikan. Namun sayang, kebanyakan guru terperangkap dengan
pemahaman yang keliru tentang mengajar, mereka menganggap mengajar adalah
menyampaikan materi kepada peserta didik, mereka juga menganggap mengajar
adalah memberikan sejumlah pengetahuan kepada peserta didik. Tidak sedikit guru
yang sering mengabaikan perkembangan kepribadian peserta didik, serta lupa
memberikan pujian kepada mereka yang berbuat baik, dan tidak membuat masalah.
Biasanya guru baru memberikan perhatian kepada peserta didik ketika ribut,
tidak memperhatikan, atau mengantuk di kelas, sehingga menunggu peserta didik
berperilaku buruk. Kondisi tersebut seringkali mendapat tanggapan yang salah
dari pesenta didik, mereka beranggapan bahwa jika ingin mendapat perhatian atau
diperhatikan guru, maka harus berbuat salah, berbuat gaduh, mengganggu, dan
melakukan tindakan indisiplin lainnya. Seringkali terjadi perkelahian pelajar,
hanya karena mereka kurang mendapat perhatian, dan meluapkannya melalui
perkelahian. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa kebanyakan peserta didik tidak
tahu bagaimana cara yang tepat mendapat perhatian dari guru, orang tua, dan
inasyarakat di sekitarnya, tetapi mereka tahu cara mengganggu teman dan cara
membuat keributan serta perkelahian, dan ini kemudian yang mereka gunakan untuk
mendapatkan perhatian.
Guru perlu belajar untuk menangkap perilaku positif yang
ditunjukkan oleh para peserta didik, lalu segera memberi hadiah atas perilaku
tersebut dengan perhatian dan pujian. Kedengarannya seperti hal yang sederhana,
tetapi memerlukan upaya sungguh-sungguh untuk tetap mencari dan memberi hadiah
atas perilaku-perilaku positif peserta didik, baik secara kelompok maupun secara
individual.
Banyak peserta didik bermasalah dengan gurunya.
Mereka kurang mendapat perhatian dalam pembelajaran, sehingga sulit menangkap
konsep-konsep yang diajarkan oleh guru. Oleh karena itu, banyak guru yang mengeluh, karena
peserta didiknya kurang disiplin, mengganggu teman, berteriak-teriak, tidak
mengerjakan pekerjaan rumah, dan lain-lain. Kuncinya adalah bagaimana kita
dapat memberikan perhatian. yang proporsional terhadap seluruh peserta didik,
dan jangan rnenunggu peserta didik berbuat salah atau berperilaku buruk.
Dalarn hal ini, saya menganjurkan agar para guru
senantiasa memberi perhatian dan penghargaan yang pantas kepada peserta didik
yang berperilaku baik, dengan cara menyediakan waktu yang sama dengan waktu
yang mereka luangkan untuk peserta didik yang bermasalah. Dalam waktu kurang
dan tiga bulan, banyak peserta didik bermasalah menjadi baik, dan mereka sudah
tidak berkunjung lagi ke ruang BK. Banyak peserta didik yang rajin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar